Minggu, Mei 29, 2011

Sabtu, Mei 14, 2011

"tidak terlalu kan.."



"..tak selamanya kesejukan , kesenangan kan kamu temui..tak selamanya kebagiaan kan kamu temui..dan jika ku dapatkan puitis adalah "canggih.."mu tuk melihat betapa Agung dunia ini yang selayak nya kan buat mu bahagia..dengan segala resiko dengan segala coba..dan semua yang terjadi di sekitar mu adalah kehendak-Nya yang Maha Agung, Yang Maha Kuasa Atas segala hal..itu pun jika kamu menyadari nya dan harus...mawas diri mu dan bawa kan diri mu tuk selalu berbuat kebaikan di muka bumi yang ramai ini adalah satu niat yang baik..pupus suatu semangat mu jadikan tu adalah "cambuk sakti" yang kan menguatkan mu dari bawah, dari nol lagi tuk memulai suatu hidup mu yang baru..tuk membuka jendela mata mu yang sempat terlelap akan malas nya hidup..bintang tak selalu tampak kan cahaya nya, bulan tak selalu hadir kan sinar yang putih nya..bahkan matahari tak juga selalu nampak kan panas dan awan..begitu adalah putar an bumi..yang seperti hidup mu..hidup ku..hidup mereka..lihat wajah orang tuamu, wajah adik mu, wajah kakak mu..dari jauh kan kau rasa betapa ia sangat hadir di bumi ini..ia sangat hidup..apakah kamu akan menyiakan kehadiran mereka dengan tak menyukai, dengan tak senangi mereka?..sungguh tak adil mu..padahal kita sama-sama hidup, sama - sama "nunut" di bumi yang sebentar ini..jadikan kamu pribadi yang baik, pribadi yang meng-Agung kan - Nya selalu..gar senantiasa kau sellau dekat dengan-Nya, selalu berarti disetiap langkah hidup mu..dan disini adalah aku yang menulis untuk semua sahabat, orang tua,dan semua yang belum ku kenal..sekedar t"uk mengetik kata baik.." @yg_baek+%>>>

Rabu, Januari 05, 2011

"..Katakan aku ..."


"..asa ku..."

"..kapan lagi ada matahari kan terbit? kapan lagi kan ada bintang saat gelap?kapan lagi ada asa saat redup..
semakin tak kurasa maju nya aku, setiap langkah entah ,mengapa semakin mundur langkah ku..setiap ku menatap masa yang lebih jauh. semakin ku rasakan begitu rumit sangat..sepertinya ku di coba dengan sangat berat ku rasa sampai - sampai ku tertatih - tatih tuk bangkit, dan bahkan ku belum sedikit pun bangkit dan terasa masih semakin jauh dari angan..hingga ku tak mau bermimpi akan yang indah..dan bahkan kata orang kita harus mimpi, tapi ku sangat tak menyukai mimpi, sepertinya hati ku tlah tertutup akan embun yang sepertinya bening dan putih dan tapi sebenarnya sangat gelap dengan sangat dan semakin gelap...tetapi ku masih dan akan selalu bersama-Nya disetiap langkah ku dengan sangat tertatih - tertatih ku yang tak ada daya dan tak mampu tuk membuka mata ku meski hanya sekedip tuk sekedar memasti...dan ku sadar Allah Maha segalanya...dan kini ku hanya sanggup menunggu kan ada buah yang jatuh...dan ku sdar sebenarnya cukup hanya dengan ku berlari ku dapat mengubah semua, dan ku tertatihnya hingga ku belum sanggup..ku sadar hidup ini bukan sekedar teori tapi realitas yang sangat syarat akan nyata... "

Minggu, Oktober 03, 2010

"nge-konsep wirausaha.."

"anak muda harus bangkit.."
Neh jaman udah beda sama yang dulu-dulu. Banyak sekali diluar sana orang paa berjubel tuk dapat pekerjaan. Mulai dari lulusan SMP, SMA, mpe anak kuliahan. Ada yang bilang kita jadi pegawai kantoran gak n jangan selamanya mau menerima gaji bulanan. Setidaknya jadi pegawai mpe 50 an th. Setelah itu sudah harus punya investasi usaha yang nangkring. Ini sudah saat nya bagi kamu yang mau maju tuk mengeksplor kualitas hidupmu dengan wirausaha.Ada sahabat ku yang buka usaha distro dengan modal awal hanya 300-500 ribu rupiah. Bayangkan, pada awalnya ia menjual baju2 ke tmen2 kuliah an, sampai bisa punya toko yg bermerek tentunya. Kata siapa modal harus besar?nah sudah saatnya kamu bangkit dari tidur mu tuk keluar rumah n buat kerjaan yang kamu suka, jadikan lahan bisnis yang dicari banyak orang...

Sabtu, Agustus 21, 2010


KEMULIAAN ORANG-ORANG YANG BERDZIKIR

Allah SWT telah menganugerahkan keutamaan bagi umat ini terhadap mereka yang mau berdzikir serta mau mengingat kebesaran dan keagungan Allah SWT. Seorang hamba yang berdzikir kepada Allah SWT akan mendapatkan keistimewaan yang tidak ada bandingannya di sisi Allah SWT. Karena orang-orang yang berdzikir pada dasarnya mereka bersama-sama Allah SWT. Allah SWT telah berfirman bahwa Allah bersama hamba-Nya yang menyebut-Nya. Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya bahwa Allah SWT berkuasa untuk berbuat seperti harapan hamba-Nya terhadap Allah, dan Allah SWT senantiasa menjaga, memberi taufiq serta pertolongan kepada hamba-Nya jika hamba itu menyebut nama Allah SWT. Jika hamba itu menyebut nama Allah SWT dengan lirih, maka Allah SWT akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebut nama Allah SWT secara berjamaah atau dengan suara keras maka Allah SWT akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia.
Dzikir merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT. Shahabat Mu’adz bin Jabal menuturkan bahwa dirinya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW perihal amal yang paling dicintai oleh Allah SWT. Maka Rasulullah SAW menjawab: “Engkau mati sedangkan lisanmu basah dalam keadaan berdzikir kepada Allah SWT.” [H.R. al-Thabrani].
Dzikir merupakan amal perbuatan kita yang paling baik di sisi Allah SWT dan merupakan faktor yang paling kuat untuk mengangkat derajat kita di sisi Allah SWT. Dzikir lebih baik dari pada memerangi musuh yang tidak disertai rasa ikhlash. Rasulullah SAW telah menegaskan melalui sabdanya bahwa dzikir kepada Allah SWT merupakan amal yang paling baik, lebih baik dari pada menginfakkan emas dan perak serta lebih baik dari memerangi musuh. Shahabat Mu’adz mengatakan bahwa tidak ada satu amalpun yang lebih menyelamatkan dari siksa Allah SWT dari pada dzikir kepada Allah SWT.
Dzikir kepada Allah SWT merupakan media yang dapat menjernihkan hati dan dapat menyelamatkan diri dari siksa Allah SWT. Orang yang berdzikir merupakan hamba yang paling mulia derajat dan kedudukannya. Rasulullah SAW suatu saat pernah ditanya tentang siapa hamba Allah SWT yang paling mulia derajatnya di sisi Allah SWT pada hari kiamat. Maka Rasulullah SAW menjawab bahwa hamba itu adalah orang-orang yang banyak berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir juga dapat mendidik akhlak dan melembutkan karakter. Sehingga apabila seorang hamba khusyu’ dalam dzikirnya, maka sikapnya kepada sesamanya akan menjadi lembut dan penuh pengertian.
Dzikir kepada Allah SWT bisa menjadi pelindung dari gangguan syaitan yang biasa bersembunyi dan menjadi benteng yang kokoh agar tidak terjerumus untuk melakukan perbuatan-perbuatan maksiat. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya syaithan meletakkan mulut dan hidungnya pada hati anak Adam. Jika ia berdzikir kepada Allah SWT, maka syaithan merasa tertekan dan seandainya ia lupa kepada Allah SWT, maka syaithan akan menelan hatinya.” [H.R. al-Baihaqi dll.]. Sehingga jauh dekatnya syaithan kepada manusia tergantung seberapa banyak dan kuatnya ia dalam berdzikir kepada Allah SWT. Syaithan akan menjauh dari orang-orang yang berdzikir karena dalam dzikir itu terdapat cahaya yang membuat syaithan ketakutan.
Dzikir juga merupakan pedang bagi kaum muslimin. Dengan pedang dzikir itu mereka memerangi musuh-musuhnya baik dari golongan jin maupun manusia. Dengan dzikir mereka menangkis bala’ yang melewatinya. Para ulama berkata: “Sesungguhnya bala’ ketika turun pada suatu kaum, sedangkan di dalam kaum itu terdapat orang yang berdzikir, maka bala’ itu akan menjauh dari kaum itu.” Dzun Nun al-Mishri mengatakan bahwa barang siapa yang berdzikir kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan menjaganya dari segala sesuatu.
Dzikir kepada Allah SWT dapat mengantarkan seorang hamba kepada derajat yang mulia di surga. Dzikir kepada Allah juga dapat membuat hati ini menjadi terang dan hidup serta menunujukkannya kepada kebenaran. Orang yang tidak berdzikir hatinya gelap dan hancur seperti orang yang telah meninggal. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang yang berdzikir dan yang tidak berdzikir laksana orang yang hidup dan orang yang meninggal.” [H.R. Bukhari-Muslim].
Orang-orang yang berdzikir meyakini bahwa mereka akan memperoleh pengampunan dan ridla Allah SWT. Mereka tidak akan pergi dari majlis dzikir itu kecuali dosa-dosa dan kesalahan mereka telah diampuni oleh Allah SWT. Mereka berada pada derajat yang mulia, dekat dengan rahmat serta kasih sayang Allah SWT. Mereka dicintai oleh para nabi dan syuhada’. Wajah mereka berseri-seri dan hati mereka senang dan gembira. Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT akan membangkitkan sekelompok kaum pada hari kiamat. Terdapat cahaya pada wajah-wajah mereka seperti cahaya di atas mimbar-mimbar mutiara. Orang-orang iri kepada mereka. Mereka bukan dari kalangan para nabi dan juga bukan para syuhada’. Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT dari kelompok dan daerah yang berbeda-beda. Mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah SWT.” [H.R. al-Thabrani].
Yang lebih membanggakan adalah bahwa majlis yang digunakan untuk berdzikir kepada Allah SWT merupakan taman surga sebagaimana yang telah diterangkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa haditsnya. Mudah-mudahan kita semua dijadikan sebagai hamba Allah SWT yang selalu ingat dan berdzikir kepada Allah SWT dimanapun kita berada.

Selasa, Agustus 10, 2010

dari sahabat :

Segala puji bagi Allah yang menjadikan bulan Ramadhan lebih baik
dari pada bulan-bulan lainnya dengan menurunkan al-Qur`an dan
mewajibkan puasa bagi kaum muslimin sebagai salah satu pondasi Islam.
shalawat dan salam tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
menyampaikan kepada kita tentang ibadah-ibadah dibulan Ramadhan dan
memberikan contoh kepada kita bagaimana sebaiknya menghidupkan
bulan bulan yang penuh berkah ini.
Dari Abu Hurairah t, ia berkata, 'Rasulullah SAW memberi kabar
gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah I
mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga
dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat
dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang
tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." HR.
Ahmad dan an-Nasa`i.

Berikut ini adalah amalan-amalan yang dianjurkan di bulan
Ramadhan:
1. Puasa: Allah memerintahkan berpuasa di bulan Ramadhan
sebagai salah satu rukun Islam.
Firman Allah:

" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu
bertaqwa". (QS. Al-Baqarah:183)
Rasulullah SAW bersabda:

"Islam didirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak Ilah yang
berhak disembah selain Allah I dan Muhammad SAW adalah Rasul Allah,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan pergi ke Baitul
Haram." Muttafaqun 'alaih.

Puasa di bulan merupakan penghapus dosa-dosa yang terdahulu
apabila dilaksanakan dengan ikhlas berdasarkan iman dan hanya
mengharapkan pahala dari Allah I, sebagaimana Rasulullah r bersabda:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap
pahala dari Allah I, niscaya diampuni dosa-dosanya telah lalu." Muttafaqun
'alaih.

2. Membaca Al-Qur`an:
Membaca al-Qur`an sangat dianjurkan bagi
setiap muslim di setiap waktu dan kesempatan.



Rasulullah r bersabda:

"Bacalah al-Qur`an, sesungguhnya ia datang pada hari kiamat sebagai
pemberi syafaat bagi ahlinya (yaitu, orang yang membaca, mempelajari dan
mengamalkannya). HR. Muslim.

Dan membaca al-Qur`an lebih dianjurkan lagi pada bulan Ramadhan,
karena pada bulan itulah diturunkan al-Qur`an.

Firman Allah I:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang
hak dan yang bathil). (QS: al-Baqarah:185)
Rasulullah r selalu memperbanyak membaca al-Qur`an di hari-hari
Ramadhan, seperti diceritakan dalam hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'anha, ia
berkata:
"Saya tidak pernah mengetahui Rasulullah r membaca al-Qur`an semuanya,
sembahyang sepanjang malam, dan puasa sebulan penuh selain di bulan
Ramadhan." HR. Ahmad.

Dalam hadits Ibnu Abbas t yang diriwayatkan Al-Bukhari,
disebutkan bahwa Rasulullah r melakukan tadarus Al-Qur`an bersama
Jibril u di setiap bulan Ramadhan.

3. Menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan dengan shalat
Tarawih berjamaah: Shalat Tarawih disyari'atkan berdasarkan
hadits 'Aisyar radhiyallahu 'anha, ia berkata:"Sesungguhnya
Rasulullah r keluar pada waktu tengah malam, lalu beliau shalat di
masjid, dan shalatlah beberapa orang bersama beliau. Di pagi hari,
orang-orang memperbincangkannya. Ketika Nabi I mengerjakan
shalat (di malam kedua), banyaklah orang yang shalat di belakang
beliau. Di pagi hari berikutnya, orang-orang kembali
memperbincangkannya. Di malam yang ketiga, jumlah jamaah yang
di dalam masjid bertambah banyak, lalu Rasulullah r keluar dan
melaksanakan shalatnya. Pada malam keempat, masjid tidak
mampu lagi menampung jamaah, sehingga Rasulullah r hanya
keluar untuk melaksanakan shalat Subuh. Tatkala selesai shalat
Subuh, beliau menghadap kepada jamaah kaum muslimin,
kemudian membaca syahadat dan bersabda, 'Sesungguhnya
kedudukan kalian tidaklah samar bagiku, aku merasa khawatir
ibadah ini diwajibkan kepada kalian, lalu kalian tidak sanggup
melaksanakannya." Rasulullah r wafat dan kondisinya tetap seperti
ini. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Setelah Rasulullah r wafat, syariat telah mantap, hilanglah segala
kekhawatiran. Disyari'atkan shalat Tarawih berjamaah tetap ada
karena telah hilang 'illat (sebabnya), kerena 'illat itu berputar
bersama ma'lul, ada dan tiadanya. Di samping itu, Khalifah Umar t
telah menghidupkan kembali syari'at shalat Tarawih secara berjamaah dan hal itu disepakati oleh semua sahabat Rasulullah r pada masa itu. Wallahu A'lam.

4. Menghidupkan malam-malam Lailatul Qadar: lailatul qadar adalah
malam yang lebih baik dari pada seribu bulan yang tidak ada lailatul
qadar dan pendapat paling kuat bahwa ia terjadi di sepuluh hari
terakhir bulan Ramadhan, terlebih lagi pada malam-malam ganjil,
yaitu malam 21, 23,25,27, dan 29.
Firman Allah I:

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS.al-Qadar :3)


Malam itu adalah pelebur dosa-dosa di masa lalu, Rasulullah r bersabda:

"Dan barangsiapa yang beribadah pada malam 'Lailatul qadar' semata-mata
karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah I, niscaya diampuni
dosa-dosanya yang terdahulu." HR. al-Bukhari.


Menghidupkan Lailatul qadar adalah dengan memperbanyak shalat
malam, membaca al-Qur`an, zikir, berdo'a, membaca shalawat. Aisyah
radhiyallahu 'anha pernah berkata, 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, jika
aku mendapatkan lailatul qadar, maka apa yang aku ucapkan? Beliau
menjawab, 'Bacalah:

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Yang suka mengampuni,
ampunilah aku."


5. I'tikaf di malam-malam Lailatul Qadar: I'tikaf dalam bahasa adalah
berdiam diri atau menahan diri pada suatu tempat, tanpa
memisahkan diri. Sedang dalam istilah syar'i, i'tikaf berarti berdiam
di masjid untuk beribadah kepada Allah I dengan cara tertentu
sebagaimana telah diatur oleh syari'at.
I'tikaf merupakan salah satu sunnah yang tidak pernah ditinggal
oleh Rasulullah r, seperti yang diceritakan oleh Aisyah Radhiyallahu
'anha:

"Sesungguhnya Nabi r selalu i'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari
bulan Ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian istri-istri beliau
beri'tikaf sesudah beliau." Muttafaqun 'alaih.


6. Memperbanyak sedekah:
"Rasulullah r adalah manusia yang paling pemurah, dan beliau lebih
pemurah lagi di bulan saat Jibril menemui beliau, …HR. al-Bukhari.

7. Melaksanakan ibadah umrah: salah satu ibadah yang sangat
dianjurkan di bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah
dan Rasulullah r menjelaskan bahwa nilai pahalanya sama dengan
melaksanakan ibadah haji, seperti dalam hadits yang berbunyi:

"Umrah di bulan Ramadhan sama dengan ibadah haji."
Demikianlah beberapa ibadah penting yang sangat dianjurkan untuk
dilaksanakan di bulan Ramadhan dan telah dicontohkan oleh Rasulullah r.
Semoga kita termasuk di antara orang-orang yang mendapat taufik dari
Allah I untuk mengamalkannya agar kita mendapatkan kebaikan dan
keberkahan bulan Ramadhan. Wallahu A'lam.

saya : "semoga dibulan yg penuh berkag ini menjadikan qt insan yg senantiasa dekat dan llebih baik...amin.."